"Apakah akan kupaksa tangan ini menorehkan larat-larat aksara,
sedang hati dan pikiran tak menginginkannnya?

Jika demikian, apa bedanya diriku dengan mesin pencetak yang tak punya hati tak punya kehendak?"

Tampilkan postingan dengan label setan kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label setan kecil. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Mei 2010

.:: kaulah setan kecil itu

aku masih terus mencari nama yang tepat untukmu. nama yang mampu mewakili hakikat diri, lengkap dengan sifat dan sikap yang kau miliki. tentu semua itu tergantung persepsiku. oleh karenanya, tak perlu marah jika kau tak suka.

ternyata nama yang dahulu pernah kusematkan padamu, belum mampu menunjukkan sejatinya ke-diri-anmu.

setiap ke-diri-an akan mengalami pergeseran. dan aku mesti mencari nama yang berbeda dari sebelumnya. ya, hal itu dikarenakan kau juga menjadi persona yang berbeda dari sebelumnya.

seperti sekarang ini. aku menemukan nama yang tepat yang akan kugunakan untuk menyapamu. tak terlampau istimewa. tapi kuberharap kau akan suka. semoga saja.

bukankah begitu, setan kecilku?

Rabu, 31 Maret 2010

setan kecil...

sudah beranjak pagi. dan kau belum juga mau menyapaku sampai dengan hari ini. sial! apa yang ada di otakmu sekarang?!







kau tahu, awalnya aku tak terlalu ingin mengingatmu. namun kupikir, tak ada salahnya kalau berusaha membuat relasi kita jadi lebih cair. karena itulah, aku membuang jauh kesombongan yang selama ini kubanggakan.

tapi..
ah, entahlah!

mungkin kau terlalu sibuk dengan semua urusanmu. terbuai atau malah trance dalam hingar-bingar dunia yang telah membuat dirimu menjadi begitu berbeda. atau mungkin juga kau sedang menikmati kesendirian, dan tersenyum puas melihatku yang seperti orang bodoh mengumpulkan puing-puing ke-diri-an.

sudahlah,,

Kamis, 28 Januari 2010

"aksi keprihatinan kaum setan"



selepas pagi, sekelompok setan menggelar aksi keprihatinan di seputaran taman eden. peristiwa yang cukup istimewa karena baru kali ini mereka punya kesempatan menyuarakan keresahan yang lama terpendam.

aksi damai itu dijaga ketat oleh satu kompi pasukan bersenjata lengkap, mirip malaikat.

dalam tuntutannya, mereka mengusung tiga hal besar yang menjadi isu utama dalam percaturan politik langit;

pertama, dihilangkannya diskriminasi serta perlakuan tidak adil yang kerap mereka alami.

kedua, menghapus stigma buruk yang selama ini disematkan manusia terhadap kaumnya.

dan ketiga, berharap dibukakan pintu taubat bagi yang telah lelah berbuat jahat.

Selasa, 05 Januari 2010

aku tak boleh berdosa?! ah, kau bercanda..

"manusia paling tidak jujur dalam kaitannya dengan Tuhan mereka: dia tidak boleh berdosa!"
-- Friedrich Wilhelm Nietzsche



manusia pendosa. mungkin itu yang terlintas di benakmu tentang diriku sekarang ini. lalu kenapa? kalau kau berpikir aku akan tersinggung dengan sebutan yang kau sematkan itu, maaf, kau salah. aku tidak akan marah. sama sekali tidak. toh kenyataannya memang demikian.

dosa. kata yang satu ini sebisa mungkin dihindari oleh orang-orang suci. untungnya aku bukan bagian dari mereka.

dosa adalah bagian dari kehidupan. ia hakiki. bisa jadi sama dengan air, angin, atau api. sia-sia jika kau berpikir bisa serta-merta menghapuskannya dari muka bumi ini. oleh karena itu, jika ada yang beranggapan bahwa manusia tidak boleh berdosa, maka akan kukatakan, "ah, yang benar saja."

tentu kau masih ingat bagamana peristiwa pengusiran Adam dari taman surga. itu karena dia nyata-nyata berani melanggar larangan yang telah dititahkan Tuhan. bahkan Nabi Muhammad pun tak luput dari kesalahan. suatu ketika beliau mengadakan pertemuan dengan para pembesar suku Quraisy. pada saat yang bersamaan datang seorang sahabat buta dan miskin bernama Abi Dzar Al Ghifari. entah apa yang ada di pikiran Muhammad ketika itu, yang pasti beliau tidak mempedulikan kehadiran Abi Dzar. lalu apa yang terjadi? Tuhan langsung menegur sikap Nabi tersebut.

manusia sekelas nabi saja bisa berbuat salah. apalagi aku. aku yang selama ini cukup mesra bercengakerama dengan sesuatu yang bernama dosa. aku boleh berdosa. itu alasan kenapa Tuhan menciptakanku bukan sebagai malaikat, melainkan sebagai manusia. toh, aku menganggap itu merupakan rangkaian proses kehidupan. mengutip ungkapan Subagio Sastro Wardoyo, "melalui dosa kita bisa dewasa."

aku tak bermaksud memuja dosa. kalau selama ini beberapa kali menyinggung tentang setan dan eksisitensinya, itu tak berarti aku mengagungkan kaum mereka. aku juga tak sesarkas Nidah Kirani dalam "Tuhan, Ijinkan Aku Menjadi Pelacur" karya Muhidin M Dahlah yang dengan lantang mengatakan, "aku mengimani iblis. lantaran sekian lama ia dicaci, ia dimaki, dimarginalkan tanpa ada satu pun yang mau mendengarnya. sekali-kali bolehlah aku mendengar suara dari kelompok yang disingkirkan, kelompok yang dimarginalkan itu. supaya ada keseimbangan informasi."

ah, aku masih terlalu pengecut untuk mengatakan hal-hal seperti itu.

aku pun tak bermaksud menyesatkan imanmu. maaf kalau khutbah gelapku membuat sakit telinga manusia suci seperti dirimu.

salam

Selasa, 08 Desember 2009

belajar dari setan




setan. makhluk yang satu ini memiliki beberapa sisi menakjubkan. di luar kodrat serta stigma buruk yang melekat, misalnya makhluk jahat penggoda manusia atau juga penghuni abadi neraka, mereka memiliki peri kesetanan yang mengagumkan.

sejarah mencatat bagaimana iblis, nenek moyang kaum ini, melakukan hal di luar mainstreem yang berlaku pada zaman itu. dia adalah satu-satunya makhluk yang terang-terangan berani menentang titah Tuhan dengan menolak bersujud kepada Adam. apapun motivasinya, tindakan itu menunjukkan iblis merupakan penggerak revolusi sejati serta pencetus gerakan anti-kemapanan. itu dibuktikan dengan kerelaannya untuk angkat kaki dari taman surga, tempat yang selama itu ditinggalinya.

anak cucu iblis pun tak kalah menawan. mereka mewarisi semua bakat dan sifat yang dimiliki oleh nenek moyangnya. diakui atau tidak, banyak hal dari mereka yang bisa dijadikan teladan oleh siapapun, termasuk manusia, makhuk yang sering merasa paling sempuna di muka bumi ini.

salah satu sifat yang mereka miliki adalah konsistensi. ketika akan di usir dari surga, iblis bersumpah kalau dia dan anak cucunya akan senantiasa menggoda dan mengajak umat manusia untuk mengikuti jalan yang mereka tempuh. hal itu pun benar-benar terbukti. doktrin yang diwariskan dari generasi ke generasi tersebut berjalan dengan sangat efektif –kalau tidak boleh dikatakan, sempurna. apa yang diikrarkan oleh iblis kala itu, masih dijalankan oleh anak cucunya sampai saat ini, bahkan sampai hari akhir nanti.

selain sangat konsisten, mereka juga memiliki loyalitas yang luar biasa. sampai sekarang tidak pernah terdengar cerita tentang adanya satupun oknum setan yang desersi, apalagi berkhianat.
bukankah itu hebat?